Ciri ciri Anak Berkebutuhan Khusus

Setiap orang tua tentu mempunyai harapan dan bahwa anaknya tercetus dengan jasmani dan rohani yang normal. Namun ada kala dimana anak mengalami keperluan khusus yang bertolak belakang dengan orang normal. Orangtua butuh informasi yang mengenal ciri ciri anak berkebutuhan khusus hingga autisme. Jumlah ABK di Indonesia mencapai 1,6 juta orang.

Kasus autisme banyak dialami olah anak-anak yang masih balita. Seseorang yang menderita gangguan ini sebenarnya sudah bisa dideteksi saat anak usia 2 tahun namun orangtua sering tidak sadar bahwa apa yang dialami anak adalah gejala autistme. Autisme adalah kelainan perkembangan saraf yang ditandai dengan adanya gangguan dalam interaksi sosial, perkembangan bahasa, dan komunikasi. Ciri-ciri autisme bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai berat sehingga anak memerlukan perhatian khusus.

Anak Berkebutuhan KhususApa saja fenomena dan ciri-ciri autisme pada anak?

Secara umum, anak yang menderita autisme memiliki kendala dalam berkomunikasi. Mereka susah untuk mengerti apa yang orang lain pikirkan dan rasakan. Hal tersebut menyebebkan mereka susah untuk mengekspresikan keinginan mereka lewat bahasa secara lisan, bahasa tubuh maupun ekspresi wajah. Di samping gangguan dalam berkomunikasi, anak dengan autisme sering melakukan pekerjaan atau gerakan tubuh yang berulang sebagai contoh menggoyangkan atau mengebaskan tangan mereka. Mereka ingin melakukan kegiatan sendiri dan tidak tertarik terhadap lingkungannya. Ciri anak autis umur 2 tahun ke atas

1. Tidak ada ketertarikan bermain dengan orang lain.
2. Kemampuan berbahasa yang terlambat. Anak susah untuk memberi tahu apa yang ia butuhkan. Beberapa anak bahkan tidak mampu berkata sama sekali.
3. Mengalami masalah dalam tingkah laku. Anak menjadi hiperaktif, impulsif atau agresif.
4. Memiliki pola berkata yang aneh. Intonasi berkata anak tidak cocok atau tersiar datar. Anak tidak jarang mengulang kata yang sama.
5. Menghindari kontak mata.
6. Tidak dapat meniru format* suatu benda contohnya menggambar bola.

Jika orangtua mengetahui tanda-tanda tersebut pada anak, segeralah memerika anak ke dokter spesialis anak ataupun psikiater anak untuk menerima terapi.

Metode untuk Mengobati Kanker dan Penyebab Utama Kanker Paru-Paru

Kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menyerang siapa aja tanpa melihat usia dan jenis kelamin. Perlunya edukasi mengenai kanker, jenis-jenis kanker dan penangananya. Untuk mengobati kanker ada dua cara, yaitu dengan tindakan medis dan herbal. Mengobati kanker tidak bisa dilakukan sembarangan jika dilakukan dengan tindakan medis dan hanya dokter spesialis yang dapat melakukannya.

Mengobati kanker dengan tindakan medis biasanya dapat dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas yang sudah ada tentang penanganan kanker, karena tidak semua rumah sakit menyediakan fasilitas tersebut. Mengobati kanker dengan tindakan medis sebagai berikut;

  1. Pembedahan atau operasi dengan mengangakat sel-sel kanker hingga ke akarnya agar tidak berkembang kembali.
  2. Radioterapi merupakan metode pengobatan dengan sinar radiasi dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker,
  3. Kemoterapi adalah pengobatan kanker dengan cara memasukan cairan-cairan kimia melalui selang infus dengan tujuan membunuh sel-sel kanker, namun memiliki efek samping dengan rontoknya rambut.
  4. Imunoterpi merupakan memasukkan cairan ke dalam tubuh dengan cara disuntikkan ke bagian tubuh yang ditumbuhi sel-sel kanker dengan tujuan membunuh sel-sel kanker itu dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ada pula mengobati kanker dengan herbal atau yang biasanya disebut obat alternatif yang menggunakan tanaman herbal (daun sirsak, daun belimbing, sarang semut papua, keladi tikus, jahe, kunyit putih, dan bahkan buah strawberry).

Jenis kanker lain yang banyak diderita ialah kanker paru-paru. Kanker paru-paru ini menyerang organ paru-prau dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan organ paru-paru.

Mengobati kanker pada kanker paru-paru dilakukan sesuai dengan stadium kanker yang diderita dan jenis kanker paru-parunya. Untuk menghindari terjangkit kanker paru-paru, yaitu mengurangi dan menghilangkan kebiasaan merokok dan orang yang menjadi perokok pasif pun dapat terkena, menghirup arsenik, radiasi dan polusi udara.

Perlunya edukasi mengenai kanker dan cara penanganannya serta gejala-gejala awal kanker untuk menghindari perkembangan sel-sel kanker dan lebih mudah untuk penyembuhannya. Dan juga perlu pemeriksaan diri jika mengalami gejala-gejala suatu kanker.

Ciri Ciri Orang Autis: Mengenal Gejala yang Muncul pada Penderita Autis

Tidak ada satupun orang tua di dunia yang ingin anaknya mengalami gangguan. Namun, jika gangguan tersebut ialah autisme, tentu kita harus menanganinya sedini mungkin. Biasanya, gejala autisme akan muncul pada saat usia ke-18 bulan. Namun, kapanpun seorang anak menunjukkan gejala autisme, kita tidak boleh menyerah. Sebab, pemberian terapi akan mengurangi dampak dari autisme. Selain itu, anak juga bisa belajar dan berkembang dengan optimal. Sebagai acuan, mari kita pelajari beberapa gejala yang biasanya muncul pada anak autis.

Kurangnya kemampuan sosial

Autisme menyebabkan seseorang kesulitan ketika berinteraksi sosial. Pada tingkat ringan, penderita autisme akan canggung bila berinteraksi dengan orang lain. Sementara jika sudah parah, mereka umumnya akan menghindar dari orang lain.

Sulit berempati

Penderita autisme sangat sulit untuk berempati dengan orang lain. Selain itu, mereka juga sulit memahami bahasa tubuh dan intonasi lawan bicaranya. Maka dari itu, komunikasi biasanya cenderung bersifat satu arah.

Menghindari kontak fisik

Penderita autisme tidak suka jika ia disentuh atau dipeluk. Namun, tidak semua penderita autisme menunjukkan gejala yang sama. Beberapa anak senang apabila dipeluk orang yang dekat dengannya.

Sensitif terhadap suara keras, beberapa aroma, serta cahaya

Anak autis seringkali merasa terganggu dengan suara keras yang mengagetkan mereka. Selain itu, kondisi cahaya yang berubah serta beberapa aroma juga bisa membuatnya agresif. Oleh karena itu, mereka perlu diberikan pengertian bahwa perubahan-perubahan tersebut sebenarnya dapat bermanfaat untuk mereka.

Gangguan verbal

Gejala autisme yang bisa dilihat pada anak ialah melalui kemampuan berbicara. Anak autis seringkali mengulang kata atau frase tertentu. Apabila anak memiliki gangguan ketika berbicara, segeralah berkonsultasi ke dokter anak.

  • Terapi anak bicara

Untuk mengatasi gangggan verbal, anak autis harus diberikan terapi anak bicara. Terapi ini akan melatih kemampuan verbal mereka sehingga mereka lebih mampu mengutarakan sesuatu.

Mengulang-ulangi tindakan

Anak autis menikmati rutinitas yang sama sehingga mereka sering melakukan tindakan berulang-ulang. Jika terjadi perubahan rutinitas, mereka akan merasa sangat terganggu.

Proses perkembangan tidak seimbang

Perkembangan pada anak autis cenderung tidak seimbang. Pada satu hal, perkembangan dapat berlangsung cepat, misalnya ketika mengingat detail objek. Namun pada hal lain, perkembangan cenderung lambat. Contohnya seperti kemampuan bicara yang terhambat.